Toleransi Beragama Sebagai Kompetensi Bidan dalam Asuhan Lintas Keyakinan: Analisis Literatur dan Implikasi Kurikulum
Penelitian
Keywords:
Toleransi Beragama, Kompetensi Bidan, Asuhan Lintas Keyakinan, Pendidikan Kebidanan, Kurikulum MultikulturalAbstract
Keberagaman agama yang tinggi di Indonesia menghadirkan tantangan nyata bagi tenaga kebidanan dalam memberikan asuhan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan spiritual pasien. Toleransi beragama bukan sekadar nilai moral, melainkan kompetensi profesional yang perlu dibangun secara sistematis melalui pendidikan kebidanan. Namun, integrasi nilai-nilai lintas keyakinan dalam kurikulum kebidanan nasional hingga saat ini masih sangat terbatas, sehingga berdampak pada kualitas pelayanan, kepuasan pasien, dan potensi terjadinya diskriminasi layanan berbasis agama. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi toleransi beragama sebagai kompetensi profesional bidan dalam asuhan lintas keyakinan serta merumuskan implikasi kurikulumnya bagi penguatan pendidikan kebidanan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci interfaith midwifery care, religious tolerance health education, spiritual competence midwives, dan multicultural curriculum nursing, mencakup publikasi tahun 2018–2025. Seleksi literatur menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, dan hanya sumber bereputasi berbahasa Indonesia atau Inggris yang diikutsertakan. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan koding, pengelompokan subtema, dan sintesis narasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya kompetensi toleransi beragama bidan berdampak langsung pada kualitas hubungan terapeutik, kepuasan pasien, dan aksesibilitas layanan bagi pasien dari latar belakang agama minoritas. Kurikulum pendidikan kebidanan nasional terbukti belum mengakomodasi secara memadai materi pendidikan lintas agama dan sensitivitas spiritual. Kajian ini merekomendasikan lima strategi penguatan, yaitu integrasi kurikulum multikultural, pelatihan interfaith care berkelanjutan, penyusunan pedoman praktik inklusif, supervisi lapangan berbasis kompetensi, serta kampanye sensitivitas spiritual di fasilitas kesehatan. Temuan ini menegaskan urgensi reorientasi kurikulum kebidanan agar benar-benar responsif terhadap pluralitas agama sebagai dimensi mutu pelayanan kesehatan ibu di Indonesia.
Downloads
References
Almeida, J. V., Costa, F., & Carvalho, A. S. (2022). Spiritual and religious competence in health care: An integrative review. Frontiers in Public Health, 10, 941622. https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.941622
Aveyard, H. (2019). Doing a literature review in health and social care: A practical guide (4th ed.). Open University Press.
Clark, P. G., Drain, M., & Malone, M. P. (2020). Addressing religion and spirituality in healthcare education. Nurse Education Today, 92, 104517. https://doi.org/10.1016/j.nedt.2020.104517
Demir, A. (2019). The influence of religious beliefs on health behaviors and obstetric decisions of pregnant women. Journal of Religion and Health, 58(4), 1250–1263. https://doi.org/10.1007/s10943-018-0595-8
Fitria, D. (2024). Meningkatkan kepekaan sensitivitas spiritual tenaga kebidanan melalui kampanye edukasi internal. Jurnal Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan, 12(1), 15–26.
Hu, Z., Feng, Z., Tang, X., & Xiao, Y. (2019). Effects of spiritual care training on midwives' clinical competencies: A randomized controlled trial. Journal of Clinical Nursing, 28(15–16), 2921–2931. https://doi.org/10.1111/jocn.14890
Interfaith America. (2024). Interfaith competencies for healthcare professionals: A framework for education and practice. Interfaith America Press.
Kachoria, R., Mohan, D., Bopp, C., Berryman, J., & Schmitt, M. L. (2022). Religious and cultural sensitivity in maternal health services: Evidence from low- and middle-income countries. BMC Pregnancy and Childbirth, 22(1), 415. https://doi.org/10.1186/s12884-022-04718-8
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Laporan interaksi tenaga kesehatan dan pasien berbasis agama dan etika keagamaan. Kementerian Agama RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Data dan isu pelayanan kesehatan lintas agama di Indonesia. Kemenkes RI.
Latifah, A., & Nugroho, C. (2019). Pendampingan profesional dalam pengembangan praktik kebidanan inklusif. Jurnal Kebidanan Komunitas, 6(2), 125–136.
Meehan, T. C., Rojas, S. M., & Zayas, L. H. (2022). Culturally competent care in maternal health: The role of midwives. Sexual & Reproductive Healthcare, 32, 100694. https://doi.org/10.1016/j.srhc.2022.100694
Ningsih, Z., Mulyani, N. S., & Handayani, Y. (2021). Sikap toleransi dalam pelayanan kesehatan lintas agama di Indonesia. Jurnal Biomedika, 9(1), 14–22. https://doi.org/10.20473/jbe.v9i1.2021.14-22
Prasetyo, H., & Wibowo, B. (2021). Pelatihan empati lintas budaya bagi tenaga kesehatan di Indonesia. Jurnal Pengembangan SDM Kesehatan, 5(1), 33–42.
Rahmawati, N. (2018). Etika dan dilema moral dalam asuhan kebidanan lintas keyakinan. Jurnal Etika Profesi Kesehatan, 2(1), 77–85.
Santoso, T., & Harahap, M. (2019). Pendidikan agama sebagai landasan profesionalisme bidan dalam konteks multikulturalisme. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 45–54.
Sari, L., Wulandari, P., & Kusuma, D. (2023). Modul pengajaran toleransi beragama untuk pendidikan kebidanan: Studi kasus di Indonesia. Jurnal Pendidikan Multikultural, 7(1), 22–31.
Setiawati, D., Rahmawati, I., & Pratiwi, L. (2022). Penguatan kompetensi toleransi beragama bagi tenaga kesehatan di Indonesia. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 11(2), 210–222.
Sudarma, M., Hasanah, U., & Permadi, R. (2023). Analisis kebijakan standar kompetensi bidan dalam konteks multikultural di Indonesia. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 12(3), 145–157.
Suharto, E. (2022). Pengaruh kurikulum multikultural terhadap kompetensi profesional bidan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Indonesia, 11(2), 76–88.
WHO. (2021). Quality, equity, dignity: The network to improve quality of care for maternal, newborn and child health. World Health Organization. https://www.who.int/initiatives/quality-of-care-network
WHO. (2022). Health workforce: Cultural and religious competency in maternal care. World Health Organization. https://www.who.int/publications/cultural_competency
Wijaya, A., Kusumawati, D., & Permana, T. (2021). Praktik eksklusivitas dan bias keagamaan dalam pelayanan kesehatan primer di beberapa wilayah Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(3), 145–158.
Wijayanti, R., Purnama, S., & Astuti, D. (2020). Sensitivitas lintas agama dalam pelayanan kebidanan di wilayah multikultural. Jurnal Multikultural dan Lintas Budaya, 4(2), 99–110.
Zollfrank, A. A., Trevino, K. M., Cadge, W., Balboni, M. J., Thiel, M. M., Fitchett, G., Gallivan, K., VanderWeele, T., & Balboni, T. A. (2015). Teaching health care providers to provide spiritual care: A pilot study. Journal of Palliative Medicine, 18(5), 408–414. https://doi.org/10.1089/jpm.2014.0306
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2026 Zahra Dwi Andisti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This journal publishes articles under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication. Users are permitted to read, download, copy, distribute, print, search, link to, and adapt the full texts of articles for lawful purposes, including commercial use, provided that proper attribution is given to the original author(s) and source.
Any adaptations, remixes, transformations, or derivative works based on articles published in this journal must be distributed under the same license as the original work.
For more information about this license, please visit: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/






