Nilai-Nilai Pendidikan Keluarga dalam Pembentukan Keluarga Sakinah pada Pasangan Mualaf: Kajian Perspektif Hukum Keluarga Islam
Penelitian
Keywords:
Pendidikan Keluarga, Keluarga Sakinah, Mualaf, Nilai Islami, Qiwamah, Ta'ahAbstract
Angka perceraian di Indonesia pada 2023 mencapai 463.654 kasus, dengan 61,67% disebabkan perselisihan, menunjukkan lemahnya implementasi nilai keluarga sakinah. Di Kabupaten Lampung Timur, 2.262 kasus perceraian pada 2024, 98% di antaranya akibat konflik internal pasangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pendidikan keluarga yang diterapkan pasangan suami istri mualaf dalam membangun keluarga sakinah, serta implikasinya bagi model pembinaan dan pendidikan keluarga Islami. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus pada keluarga Antonius dan Sri Sutarmi, pasangan mualaf yang telah menikah selama 15 tahun di Desa Sri Rejosari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan pasangan ini berhasil menerapkan tujuh strategi utama: penguatan spiritual melalui ibadah dan pembelajaran Al-Qur’an, penerapan qiwamah–ta’ah yang seimbang, komunikasi Islami dengan prinsip qaulan sadidan, ma’rufan, dan layyinan, pengelolaan ekonomi sesuai syariat, pendidikan anak berbasis keteladanan, penyelesaian konflik secara Islami, serta integrasi sosial positif hingga dipercaya memimpin kegiatan keagamaan. Selain itu, teridentifikasi sepuluh prasyarat keberhasilan, di antaranya pemahaman Islam mendasar, konsistensi ibadah, kepemimpinan seimbang, dan adaptasi terhadap tantangan modern. Temuan penting adalah adanya “konversi komprehensif,” di mana intensitas spiritual mualaf lebih tinggi dibandingkan muslim kelahiran, disertai keberhasilan integrasi sosial dan model kemitraan qiwamah–ta’ah. Implikasinya, penelitian ini memperkaya konsep keluarga sakinah berbasis Islam, khususnya bagi mualaf, serta menawarkan model pembinaan yang dapat direplikasi di berbagai komunitas Muslim sebagai acuan program pemberdayaan keluarga.
Downloads
References
Alfansyur, A., & Mariyani, M. (2020). Seni mengelola data: Penerapan triangulasi teknik, sumber dan waktu pada penelitian pendidikan sosial. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 5(2), 146-150. https://doi.org/10.31764/historis.v5i2.3432
Anshori, A. G. (2011). Hukum perkawinan Islam perspektif fikih dan hukum positif. UII Press.
Asman, A. (2020). Keluarga sakinah dalam kajian hukum Islam. Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan, 7(2), 99-116. https://doi.org/10.32505/qadha.v7i2.1952
Asrori, K. (2023). Mau'idzah hasanah sebagai upaya menciptakan keluarga yang sakinah. Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam), 6(2), 120-139. https://doi.org/10.29313/tahkim.v6i2.11792
Bachri, B. S. (2010). Meyakinkan validitas data melalui triangulasi pada penelitian kualitatif. Teknologi Pendidikan, 10(1), 46-62.
Basyar, F. (2020). Relasi suami istri dalam keluarga menurut hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Istidlal: Jurnal Ekonomi dan Hukum Islam, 4(2), 138-150. https://doi.org/10.35316/istidlal.v4i2.269
Emzir. (2018). Metodologi penelitian kualitatif: Analisis data. Rajawali Pers.
Gunawan, I. (2017). Metode penelitian kualitatif: Teori dan praktik. Bumi Aksara.
Hidayat, A., & Soiman, S. (2016). Konsep keluarga sakinah perspektif aktivis Muslimat NU di Desa Kesugihan Kidul. Jurnal Al-Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam, 1(2), 1-21. https://doi.org/10.52802/wst.v1i2.66
Jalil, A. (2021). Manajemen konflik dalam keluarga relevansinya dalam membentuk keluarga sakinah. Al Maqashidi: Jurnal Hukum Islam Nusantara, 4(1), 55-69. https://doi.org/10.32665/almaqashidi.v4i1.906
Kori, H., & Amran, H. F. (2021). Pencatatan sebagai syarat 'sah' perkawinan; (telaah terhadap pemikiran Khoiruddin Nasution). Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 20(2). https://doi.org/10.24014/af.v20i2.12644
Lestari, Y. P., Trisani, M. B. P., & Pujawardani, H. H. (2024). Strategi komunikasi penyuluh agama Islam dalam program pembinaan keluarga sakinah untuk menekan tren perceraian di Kota Bandung. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5(1), 48-58. https://doi.org/10.19105/meyarsa.v5i1.10291
Mahfudz, L., & Amaliyah, E. R. (2020). Konsepsi keluarga sakinah menurut hukum Islam. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(2).
Majidun, A. (2018). Hubungan sikap peserta bimbingan perkawinan pranikah terhadap niat membina keluarga sakinah. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(2), 292-305. https://doi.org/10.61136/24fcej28
Manik, H. I. G., & Muktarruddin, M. (2024). Communication strategies of Islamic religious counselors in realizing sakinah, mawaddah, and warahmah families in Siempat Nempu Sub-district, Dairi Regency. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 9(1), 190-200. https://doi.org/10.29240/jdk.v9i1.10750
Maskupah, M. (2021). Konsep pengelolaan keuangan keluarga dalam menciptakan keluarga sejahtera dari sudut pandang Islam. Samawa (Sakinah, Mawaddah Warahmah), 4(2), 82-91.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi). UI Press.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Muhamad, N. (2024, May 16). Perselisihan hingga kawin paksa, ini alasan perceraian di Indonesia pada 2023. Databoks Katadata. https://databoks.katadata.co.id/ekonomi-makro/statistik/8b56b168ba5d81b/perselisihan-hingga-kawin-paksa-ini-alasan-perceraian-di-indonesia-pada-2023
Munawwir, A. W. (1997). Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia terlengkap. Pustaka Progressif.
Mustofa, I. (2008). Keluarga sakinah dan tantangan globalisasi. Al-Mawarid: Jurnal Hukum Islam, 18. https://journal.uii.ac.id/JHI/article/view/155
Nuraeni, A., & Ariyanto, M. A. (2025). Women as heads of families: An analysis of Musdah Mulia's thoughts and interpretation methods on women's leadership. Strata Social and Humanities Studies, 3(1), 39-47. https://doi.org/10.59631/sshs.v3i1.354
Panjaitan, F., Ananda, F., & Al Faqih, I. (2025). Kedudukan suami dan istri dalam hukum perkawinan di dunia Islam. VISA: Journal of Vision and Ideas, 5(2). https://doi.org/10.47467/visa.v5i2.7020
Prasanti, D., & El Karimah, K. (2018). Internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam membentuk komunikasi keluarga Islami di era digital. INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 12(1), 195-212. https://doi.org/10.18326/infsl3.v12i1.195-212
Rahman, A., & Sahrandi, A. (2021). Konsep keluarga sakinah perspektif hukum Islam. Al-Rasῑkh: Jurnal Hukum Islam, 10(2), 80-102. https://doi.org/10.38073/rasikh.v10i2.753
Rosmita, R., Sahrah, F., & Nasaruddin, N. (2022). Konsep keluarga sakinah dalam Al-Qur'an dan implementasinya dalam kehidupan rumah tangga. BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam, 3(1), 68-80. https://doi.org/10.36701/bustanul.v3i1.523
Sa'i, M. (2015). Pendidikan Islam dan gender. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 2(1), 118-138. https://doi.org/10.19105/islamuna.v2i1.657
Safiuddin, A. D., Harisudin, M. N., & Busriyanti, B. (2023). Modernisasi hukum keluarga Islam analisis yuridis sosiologis. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(6), 4309-4318. https://doi.org/10.35931/aq.v17i6.2799
Satori, D., & Komariah, A. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Alfabeta.
Setyaningsih, Y. I., & Ibrahim, M. (2012). Keluarga berencana dalam rangka mewujudkan keluarga sakinah di Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(2), 111-140. https://doi.org/10.14421/ahwal.2012.05205
Silviana. (2025, February 8). 5 daerah dengan tingkat perceraian tertinggi di Lampung. IDN Times Lampung. https://lampung.idntimes.com/life/inspiration/5-daerah-dengan-tingkat-kasus-perceraian-tertinggi-di-lampung-00-jf67w-zt0l6t
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suharto, T. (2011). Membina keluarga Muslim di era global: Pergumulan antara tradisi dan modernitas. Musãwa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 10(2), 205-214. https://doi.org/10.14421/musawa.2011.102.205-214
Syahrial, M. (2024, May 16). Jumlah perceraian di Indonesia tahun 2023 capai 463.654 kasus. KOMPAS.com. https://bandung.kompas.com/read/2024/05/16/110741878/jumlah-perceraian-di-indonesia-tahun-2023-capai-463654-kasus
Zainuddin, M. (2005). Menuju keluarga sakinah (membentuk keluarga sakinah berdasarkan perspektif Islam). Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 10(20). https://doi.org/10.20885/psikologika.vol10.iss20.art7
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2025 Nimas Khairunisa, Mahfud, Nuri Safitri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This journal publishes articles under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication. Users are permitted to read, download, copy, distribute, print, search, link to, and adapt the full texts of articles for lawful purposes, including commercial use, provided that proper attribution is given to the original author(s) and source.
Any adaptations, remixes, transformations, or derivative works based on articles published in this journal must be distributed under the same license as the original work.
For more information about this license, please visit: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/






